Jumat, 16 Mei 2014

Burung Puter


Sejarah 
Dipercaya burung puter telah didomestikasi oleh manusia selama kurang lebih 2000-3000 tahun. Menurut para ahli burung ini hasil domestikasi burung African Collared Dove (Streptopelia roseogrisea ). Burung ini didomestikasi awalnya untuk keperluan upacara keagamaan dan pertunjukan sulap, terutama yg bewarna putih. Habitat alam burung puter atau dederuk jawa adalah hutan dataran rendah subtropis atau hutan dataran rendah tropis yang lembab dan hutan bakau subtropis atau hutan bakau tropis. Burung ini mudah didapat di kios atau pasar burung dan harganya relatif murah. Burung ini dalam kesehariannya jinak mudah akrab dengan manusia karena dipercaya di domestikasi ribuan tahun

Bentuk 
Ciri-Ciri yang paling mudah dikenal adalah adanya kalung hitam putih pada bagian lehernya.  Tubuh berukuran sedang (30 cm). Ekor panjang. Tubuh warna coklat kemerah-jambuan. Mirip Tekukur/Derkuku, perbedaan antara tekukur/derkuku biasa dengan burung puter/dederuk jawa adalah warna kepala lebih abu-abu. Bercak hitam pada sisi leher bertepi putih. Tidak berbintik putih. Bagian tengah membujur bulu ekor berwarna coklat. Kedua sisi bulu ekor abu-abu dengan tepi agak putih. Iris jingga, paruh hitam dengan pangkal merah, kaki merah keunguan. Suaranya adalah "Kuk... Keruk...kuk"

Makanan 

Burung puter/dederuk jawa rajin bersuara, dan anggungannya khas ini membuat burung ini juga banyak di pelihara oleh masyarakat.  Disamping itu harganya juga cukup terjangkau.  Untuk makanan sehari-hari burung ini senang dengan bentuk biji-bijian seperti beras merah, jagung dan kacang hijau.  Meski dengan pakan yang minimalis namun burung tetap rajin bersuara. 

Warna

Banyak dikenal pada awalnya hanya 2, yaitu burung puter putih, warna putih mulus (white color) dan puter coklat, warna coklat muda (blond color). Kemudian tahun 1950an didatangkan African Collared Dove dan disilangkan dengan burung puter (ringneck dove). Hasil dari persilangan ini menghasilkan burung puter berwarna coklat yg lebih gelap/coklat tua, yg kemudian diberi nama wild color 


 <iframe scrolling="no" frameborder="0" style="overflow:hidden;border:0;margin:0;padding:0;width:150px;height:150px;" src="http://www.clocklink.com/html5embed.php?clock=007&timezone=PST&color=gray&size=150"></iframe>


Tidak ada komentar:

Posting Komentar